Lestari, Indah and Amaliatulwalidain, Amaliatulwalidain and Febriyanti, Doris (2025) Kewarganegaraan Multikultural : Perempuan Tionghoa Dalam Merepresentasikan Politik Budaya Di Kota Palembang. Masters thesis, Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya.
Indah Lestari_2021610045_File Cover_Daftar Isi.pdf
Download (1MB) | Preview
Indah Lestari_2021610045_File full karya ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
2021610045_AGU_2025_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kewarganegaraan Multikultural perempuan Tionghoa dalam merepresentasikan politik budaya di kota Palembang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang sedang terjadi dan berkembang saat situasi sosial, dengan pendekatan berasal dari kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti yang berlandaskan dari pengalaman, selanjutnya dikembangkan dalam bentuk permasalahan dan solusi dari masalah guna mendapatkan kebenaran dalam wujud data empiris. Kemudian peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teori Kewargaan Multikultural (Will Kymlicka, 1995) yang terdapat 3 indikator yaitu (1) Hak Atas Pemerintahan Sendiri (2) Hak Polietnis (3) Hak Perwakilan Khusus. Kemudian hasil analisis dan temuan dilapangan bahwa perempuan Tionghoa memprioritaskan toleransi dan integrasi sosial, berpartisipasi dalam ranah politik melalui hak pilih dan platform diskursus untuk mengartikulasikan aspirasi, khususnya terkait keberagaman, keadilan, dan konservasi budaya. Mereka tidak mengidentifikasi adanya diskriminasi dan identitas kultural mereka diapresiasi secara sosial. Kendati demikian, terdapat persepsi defisit representasi di legislatif dan minimnya keterlibatan dalam organisasi politik formal. Mereka mengadvokasi penyediaan forum diskusi inklusif oleh pemerintah dan menggarisbawahi urgensi kesadaran individual, minat partisipatif, serta edukasi multikultural sebagai prasyarat bagi tercapainya inklusivitas.
Dapat disimpulkan bahwa perempuan Tionghoa tidak merepresentasikan politik budaya melalui hak pemerintahan sendiri tetapi melalui pemanfaatan hak polietnis untuk menjaga identitas budaya dan melalui partisipasi aktif dalam sistem politik yang ada untuk mencapai representasi informal meskipun tanpa perwakilan khusus yang di informalkan. Saran yang dapat peneliti berikan ialah perlu diidentifikasi strategi diseminasi informasi politik yang lebih efektif dan mudah diakses dan mempelajari organisasi atau komunitas Tionghoa yang sudah aktif dalam ranah sosial atau budaya di Palembang dengan menganalisis model partisipasi dan perilaku politik mereka.
Kata Kunci : Kewarganegaraan Multikultural, Perempuan Tionghoa, Politik Budaya, Inklusivitas, Kota Palembang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya > Ilmu Pemerintahan S1 |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 00:49 |
| Last Modified: | 08 Aug 2025 00:49 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/4609 |
