Pratama, Ibnu Yogi and Isabella, Isabella and Putra, Dwiki Adi (2025) Model Penta Helix Dalam Mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Palembang. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
Ibnu Yogi Pratama_2021610038_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Ibnu Yogi Pratama_2021610038_File Cover - Daftar Isi.pdf
Download (743kB) | Preview
2021610038_AGU_2025_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kolaborasi model Penta
Helix dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Palembang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, serta verifikasi dan penegasan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan kolaborasi model Penta Helix
yaitu adanya kolaborasi antara pemerintah, bisnis/swasta, akademisi,
komunitas/masyarakat, dan media, dalam mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di
Kota Palembang belum optimal. Temuan utama mengindikasikan bahwa belum
optimalnya kolaborasi ini disebabkan oleh beberapa faktor krusial: pertama, belum peran aktif sektor bisnis/swasta sebagai promotor dan penyedia
sumber daya finansial yang esensial untuk mendukung program-program KLA; dankedua, efektivitas gugus tugas KLA yang terhambat oleh kurangnya pemahamanyang merata mengenai konvensi hak anak di antara anggota, serta keterbatasandalam pelatihan yang komprehensif, yang berdampak pada koordinasi yang kurang efektif. Selain itu, meskipun pemerintah telah berperan sebagai regulator dan kontroler, akademisi telah memberikan kontribusi sebagai konseptor melalui kajian, sosialisasi, dan advokasi, dan komunitas/masyarakat telah berfungsi sebagai akselerator melalui berbagai inisiatif, sinergi yang lebih kuat antar sektor diperlukan. Media sebagai expander telah berupaya menyebarkan informasi, namun tantangan akses informasi sensitif perlu diatasi.
Secara keseluruhan, kurang optimalnya kolaborasi Penta Helix menghambat terwujudnya Kota Layak Anak di Kota Palembang. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi model Penta Helix dalam mewujudkan Kota Layak Anak di Kota Palembang belum optimal, terutama karena belum optimalnya keterlibatan sektor bisnis/swasta dan permasalahan koordinasi dalam gugus tugas KLA. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan sinergi antar semua aktor Penta Helix, dengan fokus khusus pada pelibatan aktif sektor bisnis/swasta dan penguatan kapasitas gugus tugas KLA melalui pelatihan yang komprehensif dan mekanisme koordinasiyang lebih efektif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Budaya > Ilmu Pemerintahan S1 |
| Depositing User: | Ibnu Yogi Pratama Yogi |
| Date Deposited: | 10 Aug 2025 15:24 |
| Last Modified: | 10 Aug 2025 15:24 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/4715 |
