Jasandra, Wilky and Sastra, Ahmad Ridho and Ariyantoni, johan (2025) PENERAPAN TEKNOLOGI TOTAL STATION DALAM PEMETAAN SITUASI PIT PADA AREA TAMBANG BATUBARA TERBUKA PT. MULTI SERVICE MINING. Diploma thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
Wilky Jasandra_2022270016_File Cover-Daftar Isi.pdf
Download (736kB) | Preview
Wilky Jasandra_2022270016_File Cover-Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
Wilky Jasandra_2022270016_File Cek Turnitin Perpus.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Abstract
Pemetaan situasi pit merupakan bagian yang sangat penting dalam kegiatan operasional tambang terbuka, karena memberikan gambaran kondisi nyata permukaan tanah yang akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan teknis di lapangan. Dalam dunia pertambangan, ketelitian dalam pengukuran topografi menjadi kunci utama untuk memastikan kegiatan penambangan dapat dilakukan secara efisien, aman, dan sesuai rencana. Salah satu teknologi yang kini banyak digunakan dalam kegiatan pengukuran di area tambang adalah Total Station, yaitu alat ukur modern yang mampu memberikan hasil pengukuran koordinat dengan akurasi tinggi secara cepat dan efisien.
Penelitian tugas akhir ini dilakukan di area tambang batubara terbuka milik PT Multi Service Mining, dengan tujuan utama yaitu: (1) untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses penggunaan alat Total Station dalam kegiatan pemetaan situasi pit di lapangan; serta (2) untuk memahami proses pengolahan data hasil pengukuran tersebut hingga menjadi peta situasi pit yang akurat dan sesuai dengan kondisi topografi aktual.
Metode yang digunakan dalam kegiatan pengukuran ini adalah metode pengukuran menyeluruh, yaitu dengan cara mengikuti bentuk topografi alami yang ada di lapangan tanpa melewati atau menyederhanakan kontur asli. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat Total Station dan berhasil mengumpulkan sebanyak 7 titik Bench Mark (BM) sebagai titik kontrol utama. Dari hasil pengukuran keseluruhan, diperoleh sebanyak 7.413 titik koordinat yang terdiri dari titik crest (puncak), toe (kaki lereng), dan titik-titik tengah di antara keduanya. Luas area pit yang dipetakan kurang lebih mencapai 19,919 hektar.
Seluruh data yang diperoleh dari kegiatan pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak digital, yaitu Microsoft Excel, Surpac, dan ArcMap. Proses pengolahan ini mencakup pengklasifikasian titik-titik pengukuran, pembuatan kontur, dan pemodelan permukaan tiga dimensi. Hasil akhir dari proses ini adalah peta situasi pit yang detail, akurat, dan merepresentasikan kondisi nyata di lapangan. Peta ini menjadi dokumen penting yang dapat digunakan dalam kegiatan perencanaan tambang (mine planning), pemantauan kemiringan lereng (slope monitoring), serta evaluasi perkembangan tambang dari waktu ke waktu.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknologi Total Station sangat efektif dan relevan untuk digunakan dalam kegiatan pemetaan situasi pit di tambang terbuka. Selain menghasilkan data yang akurat, proses penggunaannya juga cukup efisien dan mampu memberikan dukungan penting terhadap keselamatan dan efisiensi kegiatan operasional tambang.
Kata Kunci: Total Station, pemetaan topografi, situasi pit, tambang batubara terbuka, Surpac, ArcMap.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Survei dan Pemetaan D3 |
| Depositing User: | Jasandra Wilky [email protected] |
| Date Deposited: | 11 Aug 2025 03:57 |
| Last Modified: | 11 Aug 2025 03:57 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/4749 |
