Siswanto, Budi and Setiawan, Budi and Wulandari, Try (2026) Analisis Rasio Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
BudiSiswanto_2022510158_File Cover - Daftar Isi.pdf
Download (1MB) | Preview
BudiSiswanto_2022510158_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB) | Request a copy
2022510158_MAR_2026_1 (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap kondisi financial distress pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Industri perbankan memiliki peran penting dalam sistem keuangan nasional sehingga stabilitas kinerja keuangan bank menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Kondisi financial distress dapat menjadi indikator awal terjadinya permasalahan keuangan yang berpotensi mengarah pada kebangkrutan apabila tidak segera diantisipasi. Oleh karena itu, analisis rasio keuangan diperlukan sebagai alat untuk mendeteksi potensi kesulitan keuangan pada sektor perbankan. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Return On Assets (ROA), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Sementara itu, variabel dependen yaitu financial distress yang diukur menggunakan model Altman Z-Score dan diklasifikasikan dalam bentuk variabel biner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik biner. Sampel penelitian terdiri dari 10 bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel BOPO yang berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, variabel CAR, LDR, NPL, dan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional yang tercermin melalui rasio BOPO menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi potensi terjadinya kesulitan keuangan pada industri perbankan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi rasio BOPO maka semakin besar kemungkinan bank mengalami kondisi financial distress. Oleh karena itu, bank perlu meningkatkan efisiensi operasional dalam mengelola biaya dan pendapatan agar dapat menjaga stabilitas kinerja keuangan dan meminimalkan risiko kesulitan keuangan di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory H Social Sciences > HC Economic History and Conditions H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor H Social Sciences > HG Finance H Social Sciences > HJ Public Finance |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Manajemen S1 |
| Depositing User: | Budi Siswanto |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 00:54 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 00:54 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6433 |
