arbi, Arbi Wijaya and Arie, Arie Anggara and Agus, Agus Geter Edy Sutjipto (2026) ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR FISIK LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI SALAH SATU PERUSAHAAN INDUSTRI KARET KOTA PALEMBANG. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
ArbiWijaya_2022240014_File full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
ArbiWijaya_2022240014_File Cover-Daftar isi.pdf
Download (1MB) | Preview
2022240014_JUL_2026_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15MB) | Request a copy
Abstract
Stres kerja merupakan respons fisik dan psikologis yang muncul ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu dalam menghadapinya. Pada industri karet, paparan faktor fisik lingkungan kerja seperti kebisingan, pencahayaan, dan suhu kerja berpotensi meningkatkan risiko stres kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor fisik lingkungan kerja dengan stres kerja pada pekerja di salah satu perusahaan industri karet di Kota Palembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 20 pekerja yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data kebisingan, pencahayaan, dan suhu kerja diperoleh melalui pengukuran menggunakan Sound Level Meter, Lux Meter, dan Thermohygrometer, sedangkan data stres kerja diperoleh melalui kuesioner berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia >30 tahun (65%), berstatus menikah (85%), memiliki masa kerja >5 tahun (60%), dan berpendidikan SMA/sederajat (90%). Sebanyak 13 responden (65%) mengalami stres kerja ringan, 5 responden (25%) stres sedang, dan 2 responden (10%) stres berat. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan (p-value=0,618), pencahayaan (p-value=0,571), dan suhu kerja (p-value=0,652) dengan stres kerja. Perusahaan disarankan meningkatkan pengendalian melalui perbaikan ventilasi, pemasangan peredam suara atau enclosure pada mesin, serta mewajibkan penggunaan alat pelindung pendengaran berupa earplug dan earmuff pada area dengan tingkat kebisingan tinggi, sedangkan pekerja disarankan menggunakan APD secara konsisten serta mematuhi prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang berlaku.
Kata kunci: Industri Karet, Kebisingan, Pencahayaan, Stres Kerja, Suhu Kerja.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 |
| Depositing User: | Arbi Arbi Wijaya |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 04:39 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 04:39 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6641 |
