Aminsa, Aminsa and Agus, Agus Geter Edy Sutjipto and Imron, Imron (2026) Pengukuran Intensitas Pencahayaan Berbasis Internet of Things Mengacu Pada Nilai Ambang Batas Untuk Mendukung Pengendalian Risiko K3 di Workshop Proyek Jalan Tol. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
Cover Repository Aminsa_2022240048.pdf
Download (2MB) | Preview
Full Repository Aminsa_2022240048.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB) | Request a copy
Cek Turnitin (Aminsa_2022240048).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (16MB) | Request a copy
Abstract
Intensitas pencahayaan merupakan salah satu faktor lingkungan kerja fisik yang berperan penting dalam mendukung keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas pekerja. Pencahayaan yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan kelelahan mata, menurunkan ketelitian dan konsentrasi, meningkatkan potensi kesalahan kerja, serta memperbesar risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi intensitas pencahayaan pada Workshop Proyek Jalan Tol, mengevaluasi kesesuaiannya dengan Nilai Ambang Batas (NAB) berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018, serta merumuskan rekomendasi pengendalian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengukuran intensitas pencahayaan menggunakan sensor BH1750 berbasis Internet of Things (IoT) pada lima ruangan, yaitu Meeting, P3K, Kalap, Quality Control (QC), dan Surveyor. Data dianalisis menggunakan nilai minimum, maksimum, dan rata-rata, kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas pencahayaan pada ruang Meeting sebesar 201,94 lux, QC 176,36 lux, P3K 111,30 lux, Kalap 99,31 lux, dan Surveyor 95,91 lux. Seluruh hasil pengukuran masih berada di bawah standar intensitas pencahayaan sesuai Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 untuk jenis pekerjaan yang dilakukan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kapasitas dan jumlah lampu yang belum memadai, distribusi cahaya yang kurang merata, beberapa titik lampu yang belum terpasang, serta pengaruh pencahayaan alami melalui bukaan ruangan. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan optimalisasi sistem pencahayaan melalui penambahan atau penggantian lampu sesuai kebutuhan, pemeliharaan instalasi penerangan secara berkala, serta pemantauan intensitas pencahayaan secara berkelanjutan guna mendukung penerapan K3 di lingkungan workshop.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 |
| Depositing User: | Unnamed user with email [email protected] |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:50 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:50 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6688 |
