Universitasku Indo Global Mandiri (2026) ANALISIS HUBUNGAN UNIT KERJA DAN KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN PARAMETER FISIOLOGIS MENGGUNAKAN SENSOR WEARABLE (SMARTWATCH). Fakultas Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
NANDA_2022240032_FILE FULL KARYA ILMIAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (17MB) | Request a copy
NANDA_2022240032_FILE COVER-DAFTAR ISI.pdf
Download (2MB) | Preview
2022240032_AGU_2026_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB) | Request a copy
Abstract
Perkembangan teknologi wearable memberikan peluang dalam mendukung pemantauan kesehatan pekerja secara praktis dan berkelanjutan. Salah satu perangkat yang dapat dimanfaatkan adalah smartwacth yang mampu memantau detak jantung, tekanan darah, saturasi oksigen (SpO₂), dan jumlah langkah kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter fisiologis pekerja menggunakan smartwacth, menganalisis hubungan karakteristik responden yang meliputi unit kerja, usia, dan jenis kelamin dengan parameter fisiologis pekerja, serta menganalisis pemanfaatan smartwacth sebagai alat monitoring kesehatan pekerja.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 50 pekerja PT PLN dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran parameter fisiologis dilakukan menggunakan Teevo Smartwacth T900 Pro Max GE Series 9/10, sedangkan analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki kategori detak jantung dan saturasi oksigen normal. Sebagian besar responden memiliki tekanan darah kategori rendah dan jumlah langkah kaki kategori normal. Terdapat hubungan yang signifikan antara unit kerja dengan langkah kaki (p=0,006) serta antara jenis kelamin dengan langkah kaki (p=0,003). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara unit kerja, usia, dan jenis kelamin dengan tekanan darah, maupun antara usia dengan langkah kaki. Analisis hubungan terhadap detak jantung dan saturasi oksigen tidak dapat dilakukan karena seluruh responden berada pada kategori yang sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa smartwacth berpotensi dimanfaatkan sebagai alat monitoring kesehatan pekerja dalam mendukung penerapan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), namun penggunaannya tidak dapat menggantikan alat medis standar.
Kata kunci: smartwacth, parameter fisiologis, monitoring kesehatan pekerja, wearable technology, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
| Item Type: | Patent |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QP Physiology |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 |
| Depositing User: | Nanda Nanda |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:20 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:20 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6779 |
