Jihad Salsabila, Jihad Salsabila and Agus Geter Edy Sutjipto, Agus Geter Edy Sutjipto and Imron, Imron (2026) PENGUKURAN TINGKAT KEBISINGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT BERBASIS INTERNET OF THINGS SEBAGAI UPAYA EVALUASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PROYEK PEMBANGUNAN GARDU HUBUNG. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
COVER-DAFTAR LAMPIRAN UPDATE.pdf
Download (2MB) | Preview
Jihad Salsabila_2022240045_Full Karya Ilmiah UPDATE.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB) | Request a copy
2022240045_JUL_2026_1 (1).pdf
Restricted to Repository staff only
Download (18MB) | Request a copy
Abstract
Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik di lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, menurunkan konsentrasi, serta meningkatkan risiko kecelakaan kerja apabila melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Aktivitas konstruksi pada proyek pembangunan gardu hubung menghasilkan tingkat kebisingan yang berbeda pada setiap jenis pekerjaan sehingga diperlukan pemantauan secara berkelanjutan sebagai upaya mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengukuran Tingkat Kebisingan Mengunakan Perangkat Berbasis Internet Of Things Sebagai Upaya Evaluasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Di Proyek Pembangunan Gardu Hubung , mengevaluasi hasil pengukuran berdasarkan Nilai Ambang Batas (NAB) sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018, serta memberikan rekomendasi pengendalian kebisingan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengukuran dilakukan pada tiga titik pekerjaan, yaitu Borepile HV Apparatus, Borepile Manual, dan Benchwork selama 8 jam kerja (08.00–16.00 WIB) selama 7 hari menggunakan perangkat monitoring kebisingan berbasis IoT. Data direkam secara real-time, kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Borepile HV Apparatus berada pada rentang 76,1–80,8 dB(A), Borepile Manual sebesar 69,6–74,9 dB(A), dan Benchwork sebesar 68,7–73,8 dB(A). Diagram hasil pengukuran memperlihatkan adanya fluktuasi tingkat kebisingan yang dipengaruhi oleh aktivitas operasional, dengan penurunan intensitas saat waktu istirahat dan peningkatan ketika pekerjaan berlangsung. Seluruh hasil pengukuran masih berada di bawah NAB 85 dB(A) untuk paparan kerja selama 8 jam. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi kebisingan pada proyek pembangunan gardu hubung masih memenuhi ketentuan NAB. Meskipun demikian, perusahaan disarankan menerapkan pengendalian kebisingan berdasarkan hirarki pengendalian K3, melakukan pemantauan kebisingan secara berkala menggunakan sistem berbasis IoT, serta memastikan penggunaan alat pelindung pendengaran pada area yang berpotensi mengalami peningkatan tingkat kebisingan.
Kata Kunci: Internet of Things (IoT), Kebisingan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Nilai Ambang Batas, Proyek Gardu Hubung.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 |
| Depositing User: | Jihad Salsabila Sabil |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 08:53 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 08:53 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6797 |
