Firmansyah, M. Rafli and Usman, Fathoni and Devi, Debby Sinta (2026) Analisis Pengaruh Variasi Penempatan Sistem Flat Slab Dan Two-Way Slab Pada Tingkat Lantai Berbeda Terhadap Kinerja Struktural Gedung Bertingkat Akibat Beban Gravitasi Dan Lateral Berbasis Simulasi Numerik. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
M. Rafli Firmansyah_2022250053_File Cover - Daftar Isi.pdf
Download (2MB) | Preview
M. Rafli Firmansyah_2022250053_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (22MB) | Request a copy
2022250053_AGU_2026_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (28MB) | Request a copy
Abstract
Pertumbuhan bangunan bertingkat di perkotaan mendorong efisiensi struktur, namun keterbatasan bentuk lahan sering menghasilkan denah asimetris yang rentan terhadap gaya puntir akibat gempa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi penempatan sistem flat slab dan two-way slab pada tingkat lantai berbeda terhadap kinerja struktural akibat beban gravitasi dan seismik. Objek penelitian berupa apartemen 10 lantai dengan dua variasi denah, yaitu simetris persegi dan asimetris L. Pemodelan dilakukan menggunakan Tekla Structural Designer dengan mengacu pada SNI 2847:2019, SNI 1726:2019, dan SNI 1727:2020, membandingkan delapan model: Full Flat Slab, Full Two-Way Slab, Mix 1 (Two-Way bawah + Flat atas), dan Mix 2 (Flat bawah + Two-Way atas) pada kedua tipe denah. Parameter yang dievaluasi meliputi momen lentur dan lendutan pelat, perpindahan lateral (displacement), simpangan antar lantai (drift), gaya aksial kolom, serta gaya geser dan momen lentur balok. Pada denah persegi seluruh model aman dengan drift ratio di bawah 2%. Pada denah L, Full Flat Slab tidak aman karena drift melampaui 2% dengan displacement puncak 101,7 mm. Model 7 (Mix 1) unggul menahan beban gravitasi dengan lendutan terkecil (2,1 mm), namun drift-nya mendekati batas (1,58%). Model 8 (Mix 2) lebih aman terhadap gempa (drift 1,30% dan displacement 55,0 mm) dibanding Model 7 (62,7 mm), karena bagian atas yang kaku mengontrol deformasi lateral. Gaya aksial maksimum terjadi pada Full Flat Slab denah L (14.094,4 kN), sedangkan gaya geser dan momen balok tertinggi terjadi pada Mix 1 di lantai transisi. Penelitian ini memberikan rekomendasi konfigurasi sistem pelat campuran sebagai solusi kompromi antara kontrol gravitasi dan keamanan seismik pada denah tidak beraturan dan juga beraturan, serta mendukung SDG 9 dalam mewujudkan infrastruktur bangunan yang tangguh dan inovatif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil S1 |
| Depositing User: | M. Rafli Firmansyah |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:19 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:19 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6862 |
