Search for collections on Universitas Indo Global Mandiri Repository

Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Kelelahan Pekerja Instalasi Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit Negeri di Palembang

Apriliyani, Kartini and Anggara, Arie (2026) Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Kelelahan Pekerja Instalasi Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit Negeri di Palembang. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.

[thumbnail of Kartini Apriliyani_2022240031_File Full Karya Ilmiah.pdf] Text
Kartini Apriliyani_2022240031_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[thumbnail of Kartini Apriliyani_2022240031_File Cover-Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Kartini Apriliyani_2022240031_File Cover-Daftar Isi.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of 2022240031_AGU_2026_2.pdf] Text
2022240031_AGU_2026_2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK
Pengaruh Suhu dan Kelembaban Terhadap Kelelahan Pekerja di
Instalasi Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit Negeri di Palembang
Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang dapat memengaruhi
produktivitas, keselamatan kerja, dan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu faktor
yang diduga memengaruhi kelelahan kerja adalah kondisi lingkungan kerja fisik,
khususnya suhu dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
suhu dan kelembaban terhadap kelelahan pekerja di Instalasi Rawat Jalan pada salah satu
rumah sakit negeri di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 54 responden
yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengukuran suhu dan kelembaban
dilakukan menggunakan Thermo-hygrometer KIMO HD 110, sedangkan tingkat
kelelahan kerja diukur menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja
(KAUPK2). Analisis data dilakukan secara univariat dan regresi linear berganda
menggunakan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 8 dari
12 ruangan (66,7%) memiliki suhu yang sesuai standar, sedangkan 4 ruangan (33,3%)
tidak sesuai standar. Seluruh ruangan memiliki kelembaban di atas standar, yaitu 66,6%
76,1%. Sebanyak 39 responden (72,2%) mengalami kategori sangat lelah dan 15
responden (27,8%) tidak lelah. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa suhu berpengaruh
signifikan terhadap kelelahan kerja (p = 0,031) dan kelembaban juga berpengaruh
signifikan (p = 0,038). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban
secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja (p = 0,022) dengan
nilai koefisien determinasi (R² = 0,139), yang berarti kedua variabel menjelaskan 13,9%
variasi kelelahan kerja. Disimpulkan bahwa suhu dan kelembaban berpengaruh signifikan
terhadap kelelahan pekerja di Instalasi Rawat Jalan, dengan suhu sebagai faktor yang
lebih dominan.
Kata kunci : instalasi rawat jalan, kelelahan kerja, kelembaban, suhu, tenaga kesehatan.

ABSTRACT
The Effect of Temperature and Humidity on Worker Fatigue in The
Outpatient Installation of a Public Hospital in Palembang
Work fatigue is an occupational health problem that may affect workers' productivity,
occupational safety, and the quality of healthcare services. Physical work environment
factors, particularly temperature and humidity, are considered to contribute to work
fatigue. This study aimed to analyze the effect of temperature and humidity on worker
fatigue in the Outpatient Installation of a public hospital in Palembang. This study
employed a quantitative approach with a cross-sectional design. A total of 54 healthcare
workers were selected using the total sampling technique. Temperature and humidity were
measured using the KIMO HD 110 Thermo-Hygrometer, while work fatigue was assessed
using the KAUPK2 (Work Fatigue Feeling Measurement Questionnaire). Data were
analyzed using univariate analysis and multiple linear regression with IBM SPSS
Statistics. The results showed that 8 of 12 rooms (66.7%) met the recommended
temperature standard, while 4 rooms (33.3%) did not. All rooms had humidity levels
above the recommended standard, ranging from 66.6% to 76.1%. A total of 39
respondents (72.2%) experienced severe fatigue, while 15 respondents (27.8%) were
categorized as not fatigued. Partial analysis indicated that temperature had a significant
effect on work fatigue (p = 0.031), and humidity also had a significant effect (p = 0.038).
Simultaneous analysis demonstrated that temperature and humidity jointly had a
significant effect on work fatigue (p = 0.022) with a coefficient of determination (R² =
0.139), indicating that both variables explained 13.9% of the variation in work fatigue.
It can be concluded that temperature and humidity significantly affect work fatigue
among healthcare workers in the Outpatient Installation, with temperature being the
more dominant factor.
Keywords : healthcare workers, humidity, outpatient installation, temperature, work
fatigue.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4
Depositing User: Kartini Kartini Apriliyani
Date Deposited: 10 Aug 2026 06:25
Last Modified: 10 Aug 2026 06:25
URI: https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6929

Actions (login required)

View Item
View Item