Search for collections on Universitas Indo Global Mandiri Repository

Analisis alih fungsi lahan rawa menjadi permukiman dan implikasi terhadap risiko banjir kota palembang

Gilang Rambo Anarki, Gilang and Endy Agustian, Endy and Dimas Bryanputra Christnawan, Dimas (2026) Analisis alih fungsi lahan rawa menjadi permukiman dan implikasi terhadap risiko banjir kota palembang. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.

[thumbnail of GilangRamboAnarki_2022280008_File Full Karya Ilmiah.pdf] Text
GilangRamboAnarki_2022280008_File Full Karya Ilmiah.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy
[thumbnail of GilangRamboAnarki_2022280008_File Cover - Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
GilangRamboAnarki_2022280008_File Cover - Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (665kB) | Preview
[thumbnail of 2022280008_AGU_2026_1.pdf] Text
2022280008_AGU_2026_1.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (37MB) | Request a copy

Abstract

ABSTRAK
Alih fungsi lahan rawa-rawa merupakan isu strategis di Kota Palembang total
luasan lahan rawa dari rentan priode 10 tahun selalu mengalami penurunan yang
sangat signifikan akibat dialihfungsikanya lahan rawa menjadi peemukiman di
kota palembang. Isu pengalihfungsian lahan rawa di Kota Palembang masih terus
berlangsung hingga saat ini. Luasan lahan rawa-rawa di kota palembang masih
belum memiliki kejelasan berdasarkan Perda Kota Pelambang Nomor 11 Tahun
2012 menunjukan luasan lahan rawa di Kota Palembang seluas 2.106 Hektar dan
10 tahun kedepan dari 2012. Metode yang digunakan berupa kuantitatif deskriptif
dan pendeketan spasial untuk mengimplementasikan hasil temuan lapangan. Hasil
temuan lapangan berupa total luas lahan rawa priode 2012 – 2024 dan implikasi
dari dialihfungsikannya lahan rawa menjadi permukiman terhadap risiko banjir.
Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa alih fungsi lahan rawa menjadi
permukiman memiliki dampak terhadap kota palembang khususnya pada risiko
banjir. Wilayah yang masih memiliki lahan rawa cendrung memiliki tingkat
rendah dan sendang. Sedangkan wilayah yang tidak memiliki lahan rawa
cendrung memiliki tingkat sedang dan tinggi.
ABSTRACT
The conversion of wetland areas is a strategic issue in Palembang City; the
total wetland area has experienced a significant decline over a ten-year period due
to conversion into residential settlements. This conversion process remains
ongoing. There is a lack of clarity regarding the extent of wetlands in Palembang
City; while Palembang City Regional Regulation No. 11 of 2012 recorded the
wetland area at 2,106 hectares, the situation has evolved in the decade since. A
descriptive quantitative method and a spatial approach were employed to analyze
field findings. These findings cover the total wetland area from 2012 to 2024 and
the implications of wetland-to-settlement conversion on flood risk. It can be
concluded that the conversion of wetlands into settlements impacts Palembang
City, particularly regarding flood risk. Areas retaining wetlands tend to exhibit
low to moderate flood risk levels, whereas areas lacking wetlands tend to show
moderate to high risk levels.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Kota S1
Depositing User: Unnamed user with email [email protected]
Date Deposited: 11 Aug 2026 03:54
Last Modified: 11 Aug 2026 03:54
URI: https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6956

Actions (login required)

View Item
View Item