IBRAHIM, IBRAHIM SURYADI and Avicenna, Avicenna and AGUS, AGUS GETER EDY SUTJIPTO (2026) PENGENDALIAN GAS ATMOSFER BERBAHAYA PADA CONFINED SPACE DI INDUSTRI PETROKIMIA NASIONAL: STUDI KASUS BERBASIS PENGUKURAN LAPANGAN. Masters thesis, UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI.
2022240018_JUL_2026_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (26MB) | Request a copy
Ibrahim Suryadi_2022240018_ File Cover - Daftar Isi.pdf
Download (1MB) | Preview
Ibrahim Suryadi_2022240018_ File Full Karya Ilmiah .pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB) | Request a copy
Abstract
Pekerjaan pada confined space memiliki risiko tinggi akibat potensi terbentuknya atmosfer berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan, kebakaran, ledakan, maupun kekurangan oksigen. Meskipun berbagai standar keselamatan kerja telah mengatur pengendalian atmosfer melalui pengujian gas dan ventilasi mekanis, penelitian yang mengkaji dinamika perubahan konsentrasi gas serta efektivitas ventilasi berdasarkan hasil pengukuran lapangan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian gas atmosfer berbahaya pada beberapa confined space dengan karakteristik fisik yang berbeda di salah satu industri petrokimia nasional berdasarkan hasil pengukuran lapangan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui within-case analysis dan cross-case analysis terhadap delapan confined space. Parameter yang diamati meliputi kadar oksigen (O₂), Lower Explosive Limit (%LEL), karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), hidrogen sulfida (H₂S), dan temperatur. Pengendalian dilakukan melalui nitrogen purging pada confined space yang mengandung atmosfer eksplosif, kemudian dilanjutkan dengan ventilasi mekanis menggunakan udara segar. Efektivitas ventilasi dievaluasi menggunakan nilai empiris Air Changes per Hour (ACH) berdasarkan laju penurunan konsentrasi gas selama proses ventilasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi atmosfer aman berkisar antara 13–30 jam dengan nilai ACH empiris sebesar 0,0860–0,2280 jam⁻¹. Perbedaan volume ruang, konfigurasi geometris, dan keberadaan komponen internal memengaruhi pola penurunan konsentrasi gas, efektivitas ventilasi, serta durasi pengendalian. Hasil cross-case analysis menunjukkan bahwa karakteristik fisik confined space berpengaruh terhadap efektivitas ventilasi. Oleh karena itu, penentuan durasi ventilasi sebaiknya didasarkan pada karakteristik spesifik setiap confined space dan hasil pemantauan atmosfer secara berkala untuk menjamin keselamatan pekerja.
Kata kunci: Air Changes per Hour (ACH), Atmosfer Berbahaya, Confined Space, Pengukuran Lapangan, Ventilasi Mekanis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Keselamatan dan Kesehatan Kerja D4 |
| Depositing User: | IBRAHIM SURYADI BAIM |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:42 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:42 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/7086 |
