Destranisa, Destranisa and Usman, Fathoni and Devi, Debby Sinta (2026) Analisis Pengaruh Modular Coordination Terhadap Waste Material dan Efisiensi Biaya Konstruksi Berbasis BIM 5D pada Gedung PNM Palembang. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
Destranisa_2022250061_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (27MB) | Request a copy
2022250061_AGU_2026_1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (15MB) | Request a copy
Destranisa_2022250061_File Cover_Daftar Isi.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstract
Permasalahan waste material pada proyek konstruksi dapat terjadi akibat ketidaksesuaian dimensi bangunan dengan ukuran standar material, sehingga meningkatkan kebutuhan pemotongan, durasi pekerjaan, dan biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Modular Coordination terhadap waste material, waktu pelaksanaan, dan efisiensi biaya konstruksi berbasis Building Information Modeling (BIM) pada Gedung PNM Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparatif dengan membandingkan desain eksisting berdasarkan Detail Engineering Design (DED) dan desain alternatif yang menerapkan prinsip Modular Coordination. Model alternatif tetap mempertahankan fungsi utama, jumlah lantai, kebutuhan ruang, dan spesifikasi material yang relatif setara agar perbandingan dilakukan secara objektif. Kedua desain dimodelkan menggunakan Autodesk Revit untuk memperoleh kuantitas pekerjaan melalui quantity take-off. Analisis waste material difokuskan pada bata ringan dan keramik, sedangkan analisis waktu dan biaya dilakukan melalui pendekatan BIM 4D dan BIM 5D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya desain eksisting sebesar Rp2.987.272.102,14, sedangkan desain modular dengan metode dinding konvensional sebesar Rp2.973.511.843,78, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp13.760.258,36 atau 0,46%. Durasi analitis berkurang dari 271 hari pada desain eksisting menjadi 266 hari pada desain modular dengan metode dinding konvensional, atau lebih cepat 1,85%. Pada skenario modular dengan dinding precast, durasi analitis menjadi 181 hari atau lebih cepat 33,21%, sedangkan biaya aktual skenario tersebut tidak dihitung karena keterbatasan data harga satuan. Penerapan Modular Coordination juga menurunkan waste teoritis bata ringan dari 59,792 m² atau 3,14% dan keramik dari 54,860 m² atau 11,71% menjadi 0% setelah dimensi disesuaikan dengan modul 600 mm. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan Modular Coordination dapat meningkatkan efisiensi penggunaan material, mempercepat durasi analitis pekerjaan, dan memberikan penghematan biaya melalui koordinasi dimensi bangunan yang lebih sistematis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) T Technology > TH Building construction |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil S1 |
| Depositing User: | Ms Destranisa Destranisa |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 01:12 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 01:12 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/7375 |
