Rafli Aqilla Saputra, Rafli and Ar. Anta Sastika, Anta and Endy Agustian, Endy (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN CAGAR BUDAYA BERDASARKAN 4A MENUJU WISATA BERKELANJUTAN DI BUKIT SIGUNTANG KOTA PALEMBANG. Masters thesis, Universitas Indo Global Mandiri.
Rafli Aqilla Saputra_2022280018_File Cover-Daftar isi.pdf
Download (780kB) | Preview
RAFLI AQILLA SAPUTRA_2022280018_File Full Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB) | Request a copy
Rafli aqilla saputra_2022280018_TURNITIN BY KAMPUS.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (38MB) | Request a copy
Abstract
Kawasan Cagar Budaya Bukit Siguntang di Kota Palembang merupakan kawasan wisata
sejarah dan budaya yang memiliki nilai penting sebagai bagian dari peninggalan Kerajaan
Sriwijaya. Kawasan ini memiliki berbagai potensi berupa peninggalan sejarah, makam tokoh
bersejarah, arca Buddha, nilai budaya, lingkungan yang asri, serta aktivitas wisata seperti
ziarah, edukasi, rekreasi, dan olahraga. Namun, pengembangannya sebagai destinasi wisata
sejarah berkelanjutan masih belum optimal karena terdapat keterbatasan fasilitas pendukung,
aksesibilitas pada beberapa bagian kawasan, kurangnya interpretasi sejarah, promosi yang
belum maksimal, serta pengelolaan kawasan yang belum sepenuhnya terintegrasi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik, potensi, dan permasalahan Kawasan Cagar
Budaya Bukit Siguntang serta merumuskan strategi pengembangannya sebagai objek wisata
sejarah yang berkelanjutan. Landasan teori yang digunakan meliputi teori pariwisata
berkelanjutan sebagai grand theory, teori pengembangan destinasi pariwisata sebagai middle
theory, serta teori komponen destinasi wisata 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, dan
Ancillary) sebagai teori operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan
dokumentasi. Analisis kondisi kawasan dilakukan berdasarkan komponen 4A, sedangkan
analisis potensi dan permasalahan dilakukan menggunakan skema interpolasi berdasarkan
faktor internal dan eksternal kawasan. Selanjutnya, hasil analisis potensi dan permasalahan
tersebut digunakan sebagai dasar dalam perumusan strategi pengembangan menggunakan
Matching Tools dengan mengintegrasikan faktor kekuatan (Strengths), kelemahan
(Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Bukit Siguntang memiliki potensi kuat pada aspek atraksi sejarah dan budaya, aktivitas
wisata, aksesibilitas, amenitas, serta kelembagaan, namun masih terdapat permasalahan berupa
kurangnya fasilitas gedung serbaguna, akses jalan menuju makam yang kurang perbaikan,
belum tersedianya cenderamata khas atau oleh-oleh Bukit Siguntang, keterbatasan pendanaan
kegiatan, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi untuk promosi dan
interpretasi sejarah. Strategi yang dirumuskan diarahkan pada penguatan atraksi sejarah dan
budaya, peningkatan aksesibilitas dan fasilitas wisata, pengembangan kegiatan budaya dan
produk lokal, peningkatan promosi serta interpretasi sejarah, dan penguatan kelembagaan.
Kata kunci: Bukit Siguntang; Cagar Budaya; Komponen 4A; Potensi dan Permasalahan;
Strategi Pengembangan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Perencanaan Wilayah dan Kota S1 |
| Depositing User: | RAFLI RAFLI SAPUTRA |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 07:05 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:05 |
| URI: | https://repository.uigm.ac.id/id/eprint/6861 |
